Black Moustache

Jumat, 09 Mei 2014

Warna-warni Sekolah Kaca (feature)

            Mungkin sudah ada yang pernah mendengar istilah Sekolah Kaca. Apa sebenarnya Sekolah Kaca itu? Sekolah Kaca ialah suatu kegiatan wajib bagi para calon Kaca dan sudah diadakan pada tahun atau angkatan-angkatan sebelumnya yang tahun ini mencapai angkatan ke-24. Kegiatan yang dilakukan di dalamnya pun bermacam-macam, ada games, pelajaran atau teori, praktek, diskusi, dan lain-lain. Seperti layaknya sebuah sekolah, Sekolah Kaca juga mempunyai peraturan-peraturan tertentu yang dibuat
Di sini, para calon Kaca akan diajarkan banyak hal mengenai ilmu jurnalistik dan menulis berita. Hal-hal tersebut meliputi teknik wawancara, piramida terbalik dan teknik 5W+1H, maupun menentukan ide untuk berita yang akan kita tulis. Tidak hanya itu, para calon Kaca akan mendapat pengetahuan baru bahwa berita pun beragam jenisnya. Berita dibagi menjadi dua yakni straight news dan feature. Straight news adalah berita yang cenderung singkat, padat, dan bersifat hangat. Jangka waktunya pun sangat terbatas karena berita ini cepat basi. Straight news merupakan berita pada ‘masa sekarang’ dan tidak akan menarik lagi bila dibaca nanti-nanti. Adapun contoh topik yang bisa dijadikan topik straight news seperti “Ratusan Buruh Melakukan Demo di Gedung DPR” atau “Tersangka Suap Ditahan KPK Siang Tadi”, dan lain-lain. Sedangkan feature adalah berita yang tidak gampang basi dan tetap sesuai dibaca kapanpun. Isi dari feature berupa pemaparan dan info yang mendetail. Contoh topik yang bisa dijadikan topik feature antara lain seputar gaya hidup atau kecantikan. Namun perlu diperhatikan bahwa straight news dan feature tetap sama-sama memperhatikan teori piramida terbalik.
Selain tentang jenis berita, di Sekolah Kaca juga diajarkan teknik dan tata cara melakukan wawancara. Dalam berwawancara, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Hal yang pertama adalah sopan. Kesopanan adalah modal utama untuk mewawancarai narasumber. Sebelum melakukan wawancara hal yang perlu dilakukan adalah menentukan tema, menentukan narasumber, dan membuat pertanyaan dan janji dengan narasumber, memperkenalkan diri terlebih dahulu secara santun, kemudian dilanjut dengan menanyai identitas narasumber. Setelah narasumber tersebut sudah mulai terlihat nyaman barulah mulai menyampaikan pertanyaan yang merupakan inti dari kegiatan wawancara.
Sekolah kaca ini diikuti oleh dua puluh orang calon Kaca #24 dan dibimbing oleh beberapa alumni kaca yang  tergabung dalam Padakacarma. Mengambil tempat di Joglo Kedaulatan Rakyat, hari pertama Sekolah Kaca (8/5) diisi dengan pemanasan berupa games yang sangat melatih otak karena games ini berkaitan erat dengan EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan. Ada juga games yang mengharuskan menyebutkan dua kata yang identik dengan diri sendiri, yang mana kedua kata itu menggambarkan karakteristik yang dimiliki. Kemudian, ada juga pemaparan pelajaran tentang piramida terbalik dan rumus 5W+1H sebagai materi awal.
Hari kedua di Sekolah Kaca (9/5) dianggap jauh lebih menyenangkan oleh sebagian besar calon Kaca #24 daripada hari pertama. Pada hari kedua ini, kegiatan dimulai dengan ice breaking seperti biasa, dimana ice breaking kali ini para calon Kaca #24 dan alumni kaca yang lain melakukan senam Avatar. Senam tersebut mengharuskan kita bergerak sebagaimana pengekspresian lima elemen yang dikuasai oleh Avatar sambil diiringi dengan alunan musik Morena. Air, tanah, api, udara. Lalu, yang kelima? Cinta, yang kelima adalah cinta.
 Hal menarik lainnya dari hari ini adalah ketika para calon Kaca #24 melakukan praktek wawancara dengan mewawancarai dan diwawancarai teman. Pada akhir pertemuan, para calon Kaca diharuskan membuat tugas tentang straight news dan feature yang tadi sudah dijelaskan oleh kakak-kakak Padakacarma.
"Menurutku Sekolah Kaca itu bagus. Selain pembekalan, kita juga mendapat ilmu yang lebih mendetail ketimbang apa yang sudah kita dapat di sekolah. Terus jadi tambah teman, akrab dengan kakak angkatan, dan tambah wawasan," ujar Anggun Yurna (16) ketika ditanya perihal kesan pesannya selama mengikuti Sekolah Kaca yang sudah berjalan dua hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar